Monday, 5 October 2015

Catatan Penting Hidroponik 54 : DAYA LARUT PUPUK KIMIA ANORGANIS

Oleh : Yos Sutiyoso

Daya larut pupuk kimia anorganis berbeda-beda. Contohnya : Kalsium sulfat, CaSO4, gips, yang bisa dijadikan sumber unsur hara kalsium, Ca, dan sulfur, belerang, S, mempunyai daya larut 1,25 %, jadi benar-benar "slow release", larutnya lambat. Karenanya pupuk ini tidak bisa digunakan pada budidaya hidroponik, yang memerlukan tersedianya unsur hara secara instant sepanjang waktu.
Begitu pula dengan pupuk TSP, triple super fosfat, daya larutnya hanya 1,75 %, tidak pula bisa digunakan pada budidaya hidroponik.
Pupuk kompon NPK (sebenarnya N : P2O5 : K2O), yang memang dibuat sebagai pupuk tabur untuk budidaya di tanah, memang dengan sengaja dibuat "slow release", supaya hara tersedia sepanjang masa, dalam kadar yang rendah.
Sedangkan hidroponik menginginkan tersedianya hara secara instant, dalam kadar yang tinggi, dan terus menerus.
Budidaya hidroponik, yang memerlukan unsur hara yang larutnya instant/langsung, sembarang waktu, tentunya tidak bisa mengandalkan pupuk kompon yang larutnya lambat itu

No comments:

Post a comment