Monday, 5 October 2015

Catatan Penting Hidroponik 58 : MENYETEL pH DENGAN ASAM DAN BASA KUAT

Oleh : Yos Sutiyoso

Menurut buku, pH air baku harus disetel dulu hingga mencapai angka yang kita inginkan, dan barulah pekatan A dan B dimasukkan, untuk mendapatkan larutan A-B mix, dengan pH yang kita inginkan. Nah, menyetel dulu pH air baku, caranya adalah sebagai berikut : pH meter kita celupkan ke wadah air baku dan kita baca angka pH pada monitornya. Misalnya terbaca 7,5 ! Kita inginkan bekerja dengan pH 5,8. Berarti kita harus menurunkan pH air baku itu dari 7,5 ke 5,
Ada 3 pilihan asam kuat yang kita miliki : 1. Asam nitrat, nitric acid, HNO3; 2. Asam sulfat, sulfuric acid, HSO4; 3. Asam fosfat, phosphoric aid, H3PO4.
Kemudian pilihan saya bijaksanakan. Kalau saya menanam bayam, termasuk sayuran daun, maka saya pilih asam nitrat, karena unsur N-nya bisa menunjang pertumbuhan vegetatif sayuran daun.
Pilihan pun tidak salah bila saya jatuhkan pilihan pada asam sulfat,mengingat unsur S menunjang pembentukan protein, jadi juga menunjang pertumbuhan vegetatif. Belanja asam sulfat pun sangat mudah, yaitu di pompa bensin SBPU, di mana terlihat mereka juga menjuali botol plastik berwarna merah, yang berisi "accu zuur", asam aki, yang berisi asam sulfat, entah kadarnya berapa Baume. (Jangan keliru dengan botol plastik berwarna biru, yang berisi aqua destilata, air suling, air aki, yang berisi air bersih melulu dan bisa diminum !)
Asam nitrat bertindak cepat, dengan mengaduk asal-asalan, larutan sudah teraduk rata. Tetapi ... ada bahaya mengancam! Karyawan sering ingin mengintip ke dalam jeriken asam nitrat, untuk mengetahui tinggal berapakah asam nitrat yang berada di dalamnya. Asam nitrat menghasilkan asap/uap, yang bila menyentuh mata, menyebabkan kebutaan. Solusinya : Encerkan ! Buatlah 1 : 9, misalnya 100 ml asam nitrat pekat + 900 ml air bersih = larutan asam nitrat 10 %, yang tidak sebegitu galak lagi, paling-paling baju bolong kalau kecipratan dan kulit melepuh bila ketetesan !
Kalau saya menanam tomat, maka pilihan akan saya jatuhkan pada asam fosfat, mengingat unsur P dapat menunjang pertumbuhan generatif sayuran buah, semisal tomat. Keluhan ialah, bahwa waktu pengadukan agak lama. Tetap berbahaya bila tidak diencerkan menjadi 10 %.


Ada pula kawan yang berbaik hati, menganjurkan penggunaan asam klorida, chloric acid, HCl, yang murah, tetapi oleh saya ditolak, karena unsur Cl-nya merusak rumah-tangga-air sel dan jaringan. Mengenai hal ini nanti diterangkan di bab lain.

No comments:

Post a comment