Monday, 5 October 2015

Catatan Penting Hidroponik 91 : PEMUPUKAN PERSEMAIAN

Oleh : YOS SUTIYOSO 

Banyak yang mengira bahwa persemaian tidak perlu dipupuk, karena serupa anak ayam yang baru menetas, masih bisa mengharapkan mendapat makanan dari kuning telurnya. Setelah beberapa hari kuning telurnya habis, barulah anak ayam itu memerlukan pemberian makanan, yang jumlahnya cukup sedikit saja. 
Benih tanaman setelah disebar di media tanam, dan mendapat air siraman, akan mulai imbibisi, yaitu membesar setelah menyerap air. Imbibisi ini berlaku pada semua benih, apakah yang masih hidup maupun yang sudah kadaluwarsa, sehingga tidak bisa dijadikan patokan apakah benih itu masih memiliki “viability”, “keperidian”, atau sudah mati.
Benih yang awal berkecambah, akan terbukakan pintu mukanya, terbangkitkan hidup embryo-nya. Yang pertama keluar ialah hypo-kotilnya, calon akar, yang pada pangkalnya banyak muncul bulu-bulu akar putih halus. Petani di Jawa Barat menyebutnya mata-rentik.
Bila akar sudah menancapkan diri ke dalam media tanam, maka kecambah akan mendorong lepas kulit benih dan menjatuhkannya.
Pada tumbuhan dikotil, misalnya kacang tanah, muncullah dari permukaan media-tanam dua helai kotil, membuka diri lebar-lebar, menampung matahari, membentuk klorofil (chloros = hijau; phyllos = helaian daun) dan sudah mulai fotosintesa, untuk membuat karbohidrat, bahan baku untuk respirasi/pernafasan.
Bila tidak mendapat cahaya matahari, maka tumbuhan mengambil energi dari kedua helai kotil, yang merupakan gudang dan sumber karbohidrat, yang memang diciptakan untuk membekali kecambah bertahan hidup, untuk hari-hari pertama hidupnya.
Si mata-rentik dapat langsung berperan menyerap air dan nutrisi dari media persemaian, guna menunjang pertumbuhan kecambah selanjutnya. Bila media tanam mengandung bahan organik, maka hasil pelapukannya adalah kation, semisal amonium, kalsium, kalium, magnesium, dan berapa unsur hara mikro. Sedang anionnya adalah suatu rantai panjang, 15 – 30 C, yang berperan menjadi penggembur media-tanam, dan secara fisik meningkatkan keremahan, aerasi, drainase media tanam.
Alangkah baiknya, bila media persemaian diperkaya dengan pupuk anorganis, juga dalam bentuk kation, misalnya amonium, kalsium, kalium, magnesium, dan unsur-unsur mikro, misalnya ferrum, manganium, cuprum, zincum, boron, molybden.
Dalam rangka pemupukan persemaian, pemberian cahaya yang cukup harus dijamin, untuk menghasilkan anak-semai yang tangguh, dengan angka “viability”, keperidian, yang tinggi, dan dengan angka kegagalan yang rendah. Banyak penggemar hidroponik berprasangka bahwa persemaian harus remang-remang pencahayaannya, hal mana adalah salah. Berilah persemaian cahaya matahari yang leluasa, sehingga cepat anak-semai dapat membentuk klorofil, butir hijau daun, yang berguna bagi foto-sintesa karbohidrat dan protein.

No comments:

Post a comment