Monday, 5 October 2015

Catatan Penting Hidroponik 99 : PEMANFAATAN UNSUR HARA SILIKA, UNTUK MELAWAN PENYAKIT CENDAWAN.

Ingin membeli Catatan Penting Hidroponik Berbentuk fotocopy, halaman 1 - 75, bisa dipesan langsung pada Yos, harga Rp 40 ribu. Sebut nama, alamat, kode pos, nomer HP. Kirim via TIKI, beban Anda. Ongkir akan dituliskan pada sampul paket, jumlahkan, transfer BCA 450 015 6932. Beres!. - Yos Sutiyoso

Oleh : YOS SUTIYOSO

SiO2, silikat, bukanlah suatu unsur hara “esensial”, wajib ada dalam ramuan pupuk hidroponik A-B mix, melainkan “beneficial”, berguna, untuk meningkatkan kesempurnaan racikan pupuk, tetapi tidak akan mencelakakan, bila tidak tersedia. Perannya terutama sebagai penguat dinding sel, sehingga sel tidak mudah “collapse”, bila ditiup angin kering dengan kelembaban nisbah yang rendah. 
Dinding sel yang sekarang sudah diperkuat oleh silikat, dapat meningkatkan toleransi sel terhadap penetrasi mycelia/benang tenunan cendawan patogen, yang akan merasuk ke dalam sel, menyedot sitoplasma isi sel, dan merusak jaringan serta organ tanaman. Terutama budidaya hidroponik yang dilakukan di udara terbuka beratapkan langit, yang daunnya sering basah oleh hujan maupun embun, lettuce-nya mengalami serangan hebat oleh penyakit cendawan Cercospora, penyakit cendawan mata kodok, “frog eye disease”, hingga sayuran tidak layak tampil, silikat dapat meniadakan serangan penyakit tersebut.
Daun yang sering melengkung, akan berdiri tegak bila tanaman diberi nutrisi silikat, sehingga penetrasi cahaya ke dalam tajuk tanaman semakin merata, hingga penampilan gagah dan bobotnya tanaman meningkat. Tiap lekuk dalam tanaman sekarang dapat berfoto-sintesa, dan menghasilkan karbohidrat serta protein yang semakin banyak dan unggul, tercermin dalam derajat pertumbuhan tanaman.
Kerenyahan, crispyness, crunchyness, ketika menyantap sayuran yang mendapat perlakuan silikat ini, so pasti meningkatkan apresiasi terhadap sayuran yang nuansa warnanya menantang untuk disantap. 
Memang tidak selalu bertiup angin surga, kadang ada hambatan yang harus kita alami, misalnya lettuce-nya regas, mudah patah bila tersenggol atau ketika mengepaknya ke dalam kantung plastik, untuk delivery ke supermarket. Keesokan harinya, daun yang patah itu mulai melayu dan menguning di gerai supermarket, dan menimbulkan kesan buruk.
Suatu percobaan dengan Na2OSiO2(?) , yang juga disebut “waterglass”, bahan baku untuk membuat kaca, menunjukkan bahwa untuk melarutkannya diperlukan pH 2,5, jadi kontroversial dengan pH untuk pertanaman yang 6,0. Ada silikat dalam bentuk ikatan lain, yaitu kalium silikat, yang daya lautnya pH 6,0, jadi “acceptable” untuk kerja kita. Hambatan lain muncul yaitu, komoditi ini harus dibeli dalam jumlah besar, karena datangnya juga dengan truk tangki lima ribu liter. 
Pernah dulu ada yang mengimpor amonium silikat dalam bentuk zak-zakan, khusus untuk keperluan pertanian, tetapi yang sekarang sudah tidak diketahui lagi rimbanya

No comments:

Post a comment