Monday, 5 October 2015

Catatan Penting Hidroponik 90 : PADA BUDIDAYA HIDROPONIK MASIH DIPERLUKAN PENYEMPROTAN PUPUK DAUN?

Oleh : Yos Sutiyoso
Kita kupas dulu pengertian pupuk daun, terjemahan bebas “foliar fertilizer”, nutrisi yang disemprotkan pada daun, yang terdiri atas unsur-unsur hara/nutrisi, esensial makro, dan mikro, dalam komposisi tertentu, untuk menjawab kebutuhan suplesi/tambahan, dan/atau koreksi terhadap defisiensi hara tertentu. 
Unsur(2) itu : 1. Harus larut sempurna dalam air, dalam tengki semprotan, maupun dalam cairan sel tanaman. 2. Mudah diserap oleh daun, yang bermuatan listrik. Harus bisa merupakan elektrolit, yang terbagi atas kation dan anion, yang menjadikan persyaratan supaya bisa diserap oleh daun. 3. Mempunyai mobilitas, karena akan didistribusikan dan ditempatkan di tempat-tempat yang memerlukannya, yang mungkin letaknya jauh dari tempat ia disemprotkan. 4. Dapat mensuplesi atau mengkoreksi defisiensi unsur-unsur tertentu, tanpa menimbulkan masalah sekonder.
Bila ramuan untuk produksi suatu komoditas sudah baik, maka tidak akan ada penampakan gejala defisiensi unsur hara apapun, dan penyemprotan pupuk daun sebagai tambahan, tidak diperlukan.
Bagaimanapun juga, karena ketidak tahuan, beberapa penggiat hidroponik ter-obsesi memberikan tambahan dalam bentuk penyemprotan pupuk daun, dengan keyakinan dapat meningkatkan keunggulan tertentu. Misalnya memacu : aroma, rasa, kelegitan, kerenyahan, kesegaran, kemanisan, keawetan, berpenampilan lebih baik, kemilau, dsbnya.
Untuk mengambil keputusan penambahan semprotan daun “to enhance”, memacu, produksi kuantitas, maupun kualitas, tergantung dari pribadi masing-masing kepala unit produksi hidroponik. Bahwa beberapa orang mempunyai harga diri yang meningkat, bila ia dapat menambahkan sesuatu untuk meningkatkan performance komoditas yang kita tanam.
Pupuk daun sering pula disebut pupuk semprot, karena pada umumnya larutan nutrisi itu disemperotkan memakai knapsack sprayer(alat semprot punggung manual) dengan volume 500 liter/ha, untuk lahan kecil dan tanaman kecil. Atau pakai power sprayer (alat semprot tandu bermesin), dengan volume sekitar1.000 – 2.000 liter/ha, untuk lahan yang luas dan tanaman dalam bentuk semak atau pohon.
Belakangan ini ada beberapa penggemar hidroponik yang ingin menggunakan pupuk semprot untuk berperan sebagai pupuk A-B mix, untuk digunakan misalnya pada NFT. Perlu ditelaah apakah daya larutnya 100 %, seperti yang disyaratkan pada A-B mix. Pun perlu disadari bahwa pupuk daun biasanya kurang kandungan unsur hara Ca-nya.

No comments:

Post a comment