Monday, 5 October 2015

Catatan Penting Hidroponik 78 : PENAMPILAN SAYURAN MENARIK, TETAPI DAYA SIMPAN DI GERAI TERLALU SINGKAT.

Oleh : Yos Sutiyoso
Penampilan sayuran besar, gagah, menarik, tetapi “shelf-life”, daya simpan di gerai supermarket singkat. Sebabnya ialah konsistensi selnya patut disesalkan. Konsistensi sel ialah kondisi di mana kepadatan kation dan anion di dalam vakuola sel diatur, dan disesuaikan dengan “water retaining capacity”, daya mengatur rumah-tangga-air di dalam sel. Seperti diketahui, jumlah air yang masuk ke dalam sel, berbanding lurus dengan jumlah ion yang masuk dan berada di dalam vakuola sel! Semakin banyak ion di dalam vakuola sel, semakin banyak air dapat dipertahankan dalam sel, dan semakin tinggi turgor atau tegangan sel, dan tanaman tampak tegak, segar, dan gagah. Tetapi ...
... bila RH (relative humidity) udara rendah, maka sel cepat kehilangan air atau dehidrasi, dan tanaman segera menampakkan gejala layu.
... bila temperatur terlalu tinggi, terpaksa sayuran meningkatkan respirasi untuk mendinginkan badannya, tanaman akan banyak kehilangan air/dehidrasi, tanaman melayu. Malahan dalam keadaan yang lebih parah, karena sayuran sangat peka terhadap pengaruh lingkungan, dehidrasi dapat menyebabkan turgor sel mengendur, kilau daun berkurang, menimbulkan kesan kusam, berlanjut dengan tanaman mengalami “plasmolysa”, yaitu nyoploknya sitoplasma dari dinding sel dan kemudian menepi, akhirnya selnya mati, berubah warna menjadi kuning, akhirnya hitam, dan kita menyebutnya “nekrosis”.
Konsistensi selnya dianggap terlalu rendah, terlampau banyak air memasuki sel, terbawa sebagai mantel air ion-ion. Diduga ion yang memenuhi vakuola terdiri atas ion-ion yang ringan-ringan, a.l. amonium, NH4+, yang berat kationnya 18 (Berat atom N = 14; berat atom H = 1, dan 4 H = 4. Dijumlahkan menjadi 14 + 4 = 18.) (Sama ringannya dengan molekul air, H2O, yang juga beratnya (2 X 1) + 16 = 18 pula.)
Solusi yang mudah ialah mengurangi asupan amonium. Bila tanaman masih memerlukan nurisi N untuk memperbesar body tanaman, please gunakan nitrat, misalnya kalium nitrat, KNO3, dengan kadar N-nitrat 13 %, dengan bonus unsur kalium, K, sebesar 38 %, yang baik sekali mengatur proses foto-sintesa, distribusi, transportasi, dan pergudangan hasil asimilat. Atau gunakan kalsium nitrat, 5 Ca(NO3)2.NH4NO3.10H2O, dengan kadar N-nitrat sebesar 14,4 %, dengan bonus unsur hara kalsium, Ca, yang memiliki pengaruh pada meristem titik-tumbuh di ujung akar, perangsangan untuk membentuk lebih banyak, - panjang, - bercabang, sistem perakarannya.
EC dan volume pemberian pupuk yang terlalu rendah pun tidak sanggup “menggandoli” supaya air tetap di dalam sel. Air banyak menguap, terjadi dehidrasi sel, turgor kendur, melayu, tidak menarik lagi. Shelflife, umur di gerai supermarket, menjadi pendek.

No comments:

Post a comment